by

Kebun Ayam Salira Berminat Gabungkan Usaha Peternakan dengan Wisata Alam Segar

TASIKMALAYA, LANGSUNG VIRAL DOT COM – Bertempat di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya.

Disini hari ini Jum’at, 18 September 2020, saya (Pipih Pirmansyah) merancang suatu idea gagasan bahwasannya saya sebagai pemilik dan pengelola Benteng Salira, sangat tertarik untuk menjadikan Area dalam Benteng Salira menjadi suatu Kebun Ayam. Saya beri nama Kebun Ayam Salira.

Apa saja isi dari Kebun Salira tersebut? tentunya adalah terdapat Ayam-ayam Kampung yang disebarkan di dalam area benteng dengan sistem Umbar (Sunda : di abur) tapi dalam area terbatas, hanya di umbar dalam area benteng. Sehingga ayam-ayam tidak mungkin bisa keluar area benteng.

Kami melengkapi atas benteng dengan Jaring Senar sehingga jika ada Ayam yang terbang, maka tidak bisa sampai keluar karena terhalang oleh Jaring senar tersebut.

Kemudian, untuk hal penjagaan keamanan, kami melengkapinya dengan Sistem CCTV yang di online kan setiap saat (24 Jam) di Channel YouTube Salira TV – Kabar dari Jabar – yang juga bagian usaha kami yang menangani / memberikan Jasa Monitoring CCTV Jarak Jauh Live YouTube.

Untuk menambah pendapatan untuk para pengurus benteng, kami kami akan menggabungkan Usaha Peternakan Ayam Kampung ini dengan hal Wisata Alam Segar.

Artinya adalah area benteng salira, disamping dijadikan untuk Beternak Ayam Kampung Sistem Umbar, juga dijadikan tempat Wisata Alam Segar, dengan fasilitas utama adalah WiFi Gratis Anti Lag untuk setiap pengunjung yang telah melakukan pembelian Tiket Masuk. Jadi WiFi Gratis tersebut hanya bisa diakses oleh mereka yang sudah membeli Tiket Masuk karena dalam Tiket masuk terkandung kode unik untuk bisa WiFi Gratis, dimana kode unik tersebut adalah berbeda-beda kode nya untuk setiap karcis, dan berlaku hanya untuk satu perangkat saja, tidak bisa berbagi pakai dengan perangkat/HP lain. Kode wifi hanya berlaku untuk satu perangkat saja.

Demikian gambaran umum ini disampaikan di blog ini untuk sebagai catatan. (Tasikmalaya, 18 September 2020. Pipih Pirmansyah – Mahasiswa Universitas Terbuka – Ilmu Komunikasi).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait lainnya