Dulunya Lomba Panjat Pinang itu Bentuk Penghinaan Belanda ke Pribumi Indonesia, ini kisahnya sob

Dulunya Lomba Panjat Pinang itu Bentuk Penghinaan Belanda ke Pribumi Indonesia, ini kisahnya sob

LangsungViral.com – Tepat tanggal 17 Agustus 2018 kemarin, seluruh Rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73 – Dirgahayu Republik Indonesia ke 73 (17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2018), Jayalah Negeriku.

Ada beberapa lomba 17-an legendaris yang dikenal baik oleh masyarakat Indonesia, dimana ternyata makna dari lomba-lomba tersebut ada yang berhubungan dengan kejadian masa lalu sewaktu Indonesia masih Dijajah oleh Bangsa Penjajah Belanda, yang pastinya membuat kita sedih.

Apa saja itu?, baiklah di artikel ini saya akan mengulas nya untuk teman-teman dengan sangat singkat saja ya.

SATU : Yang Pertama adalah Lomba Panjat Pinang. Lomba yang satu ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dulu. Lomba ini sebagai gambaran penghinaan Penjajah Belanda kepada warga pribumi Indonesia. di dalam lomba tersebut, pribumi berlomba mengambil beras yang tergantung di ujung pohon pinang tersebut, demi beras, maka satu sama lain saling injak. Dan ketika itu para penonton (Penjajah Belanda) menyukai pemandangan menyedihkan tersebut.

DUA : Lomba Makan Kerupuk. dimana dalam perlombaan tersebut peserta di ikat tangannya dan disuruh untuk memakan kerupuk dengan menggunakan mulutnya saja, yang paling dulu selesai makannya, dia pemenangnya. Kerupuk menjadi simbol kemiskinan di masa penjajahan. Sulitnya mendapatkan makanan bergizi, maka banyak pribumi makan nasi dengan kerupuk saja. Jadi perlombaan ini untuk mengenang betapa menderitanya rakyat indonesia ketika dulu dijajah bangsa Belanda.

TIGA : Lomba Balap Karung. karung yang dipakai adalah karung Goni. yang terkenal dengan panas dan kadang menimbulkan gatal ke kulit manusia. Perlombaan ini memberikan pesan moral kepada kita bahwa ketika dulu bangsa indonesia masih dijajah belanda, maka banyak rakyat indonesia yang kekurangan sandang (pakaian), maka saking sulitnya kehidupan masa itu, tidak sedikit pribumi yang membuat pakaian dengan bahan karung goni tersebut. Sehingga perlombaan Lomba Balap Karung menjadi terus dikenang masyarakat indonesia ketika merayakan hari kemerdekaan 17 agustus.

Tetapi di akhir-akhir ini ternyata muncul perlombaan yang sedikit berbeda dengan aslinya, yaitu sekarang ada lomba balap karung dengan menggunakan karung biasa (bukan karung goni), dan pesertanya anak kecil yang jongkok lalu dikarungin kemudian mengenakan helm. Saya lihat maksud tujuan lomba macam itu adalah untuk mendapatkan kemeriahan dan kelucuan saja, sangat berbeda dengan Lomba Balap Karung Goni pada mulanya yang kental dengan maksud dan tujuan yang menyedihkan.

EMPAT : Lomba Permainan Balap Egrang. ternyata lomba Egrang alias Jangkungan ini merupakan ejekan dari bangsa Indonesia ke penjajah Belanda, sebagaimana kita tahu Bangsa Penjajah Belanda itu mereka postur tubuhnya tinggi-tinggi, sedangkan pribumi pendek-pendek, Mentang-mentang memiliki postur tubuh tinggi menjadi seenaknya menjajah Indonesia yang pendek-pendek. Maka terciptalah permainan ini dulu.

LIMA : Lomba Tarik Tambang. lahir dari keadaan yang serba tidak ada, dimana dahulu (di jaman penjajahan) orang-orang ingin ada hiburan, tapi dengan alat yang tidak mahal, maka terciptalah ide membuat perlombaan tarik tambang karena hanya bermodalkan seutas tali tambang saja. Siapa yang tertarik atau terjatuh oleh group lawannya maka dialah yang kalah.

Untuk lebih jelasnya sudah dijelaskan di video di atas. Semoga menginspirasi dan terhibur (LV – PP)

Tags: #Belanda #Indonesia #Kisah #Lomba #Panjat Pinang #Penghinaan #Pribumi